Jumat, 20 Juli 2018

... Sayang.


Untukmu, aku rela berdiri sepanjang malam.
Diantara rinai hujan.
Ditemani sunyi dan dingin.
Juga gemerisik payung dan jas hujan.
Aku menyediakan satu buatmu.

sudah lewat pukul 3 dini hari. hujan sudah berhenti dari tadi. gerimis belum berhenti
memantukan cahaya keemasan dari lampu jalan yang bersinar enggan.
aku sudah nyaris bosan menunggu semalaman.
kamu dimana, kenapa belum pulang?

Aku terkesiap karena suara motormu yang menderu pelan memecah keheningan.
aku berdiri diam sementara langkahmu menggema di ujung jalan.
aku bisa melihatmu kelelahan lagi malam ini.
beratkah harimu sayang?
Aku memandangimu yang berjalan kuyu tanpa kedipan.
masih sanggupkah kamu bertahan?
aku ingin ada di sisimu saat ini, aku ingin jadi tempatmu membagi beban.
apakah kau keberatan?

aku menatapmu dari ujung lorong.
kamu selalu tenang, aku suka.
aku bisa merasakan desahan nafasmu yang tertahan saat pintu itu akhirnya terbuka dan menelanmu dalam gelap yang menenangkan.
aku ingin merengkuhmu sebentar saja, sayang.
masihkah aku punya kesempatan?

Aku bisa mendengarmu menggumam dibawah guyuran air hangat dari pancuran.
aku bisa merasakan otot tubuhmu meregang didalam ruangan sempit yang remang.
aku ingin ada disampingmu saat ini.
perlahan mengusir penat yang tertahan.
ijinkan aku sayang, memijat lembut tubuhmu yang kelelahan.

aku masih terdiam seorang diri, menatapmu yang berbaring nyaman di ujung pagi.
selamat tidur sayang, jangan biarkan matahari mengerjarmu ke alam mimpi.
ijinkan aku terus berada disini, memandangimu yang perlahan terlelap pergi.
aku tidak akan mengusikmu, janji. aku hanya ingin ada untukmu, kapanpun kamu ingini.

Walaupun tidak pernah kau sadari.