Kamis, 20 September 2018

Love is an Illusion of Safety

The softest spot of a human body is their heart. Its such a fragile organ it could be broken, and torn apart by mere words. Just like a skull was made to protect the brain, rib cage was made to protect the heart, to keep it safe. Now imagine you're giving someone the key to open your metaphorical rip cage, thus allows them to take your heart and do whatever with it. To be in love means that you have to trust someone so much you'll give them your heart, and sometimes, it is literal.

I love her, so much. I'll fight no matter who or what that stupid enough to stand between us. Just like an Asura King, Rahvana, kidnap the love of his life, Shinta. Thus that story will be one of an example to proof my point. No matter how strong Rahvana was, in the end he still fell, not by the arrow of Rama, but from the refusal of Shinta. An invincible unparalleled King of Asura fell because of love, let alone a mere mortal like me.

I gave her my key, she went inside, and oh what a deep cut she made. I can see her regret but still, blood has been spilled, my trust has been broken, the pain has been inflicted. I would be a fool to give her another chance right? To let her hold the same key to the same heart he stab a knife to, would be a fucking stupid move, right?

But, I am a moron. And I do think love have to be stupid. If love cant make a strong person week, turn genius to an imbecile, drag a saint into a sinner, than I do believe that isn't love. True love changes you. It morph your very core. I dare say that I am smarter than an average Joe, but in front of her, among my sweaty palms, my racing heart beat, my shaking arms and legs, and my brain sudden shut down, I am truly and thoroughly a fool. I love her, more than I have ever loved everything in my life combined.

There is a deep wound in my heart, the blood cant stop flowing from it, but it still beats. And I am gonna take the biggest bet of my life, I am gonna let her keep my key, I am gonna let her hold my bloody heart once again. I am gonna trust her, or at least, trying my best to trust that she gonna cherish what left of it, cherish the weakening beating of it, to hold it dearly while I'll try my best to mend it, to fix it, to keep it beating no matter how little or lot longer it would be.


I love you, Eve, with all the remaining of my weakening heart.


Di dalam kamar penuh asap dupa, Surabaya.
21-09-2018, 03:22

Untitled

 “Man goes to doctor. Says he’s depressed. Says life seems harsh and cruel. Says he feels all alone in a threatening world. Doctor says, ‘Treatment is simple. Great clown, Pagliacci, is in town tonight. Go and see him. That should pick you up.’ Man bursts into tears. Says, ‘But doctor, I am Pagliacci.’ ”

Selasa, 11 September 2018

Buatmu, yang pergi terlalu terburu

Jika esok atau nanti aku pergi,
Berjanjilah
Jangan menangis lagi
Aku ingin melihatmu bahagia dari sini.

Jangan menyalahkan diri
Karena kurang peka atau tidak peduli
Itu aku, yang berhenti bicara dan tidak lagi terisak
Aku terbiasa dengan rasa sakitnya
Lagipula, itu salahku
Aku sanggup menanggungnya sendiri.

Jangan membenci
Kamu tau kan aku mencintaimu sekuat itu
Aku akan tetap mencintaimu dari tempatku yang baru

Jangan pergi
Tetaplah disitu, berdiri di sisi bayanganku yang pudar di ujung hari
Ketahuilah, aku juga berdiri disitu
Menggenggam tanganmu

Jika esok atau nanti aku pergi,
Jangan katakan pada dunia kalau aku menyerah
Bilang saja aku kalah dan lelah
Ini yang terbaik untuk semua
Katakan, kamu bangga padaku
Atau tetaplah diam

Maafkan aku
Maafkan semuanya
Maafkan waktu yang hilang dan tidak kembali
Maafkan air mata yang jatuh karena ulahku
Aku egois, maafkan aku
Aku sungguh sungguh mencintaimu, kamu tau kan?

Jangan mencari
Kau tahu kan, aku tidak akan ada dimana pun lagi untuk kautemui
Ikhlaskan aku, hatimu lebih penting saat ini.

Jika esok atau nanti aku pergi,
Jangan bunuh diri.
Dunia ini masih butuh pahlawan sejati
Bukan pengecut berjubah malaikat
Yang tidak tahu diri
Sepertiku
Yang memutuskan untuk mati.

Dan jika ..
Sampai saat ini aku belum juga beranjak pergi
Ketahuilah
Aku mencintaimu lebih kuat
Dari semua rasa sakit yang kutanggung ini.

Jadi,
Jika suatu hari
kamu sudah cukup kuat untuk berdiri sendiri
Tanpaku
Dengan, atau tanpa anak anak kita
Beritahu aku segera
Supaya aku bisa pergi
Tanpa rasa bersalah yang terlalu membebani.

Kamar pertama di lantai 2
3.6.18
11.08

Forever Ago

Ada serangkaian peristiwa yang terjadi disini.

Kita adalah pribadi yang terburu buru, pribadi yang berpura pura, pribadi yang khawatir, pribadi yang pemarah, pribadi yang berprasangka, pribadi yang perasa, pribadi yang tidak ingin dianggap lemah, pribadi yang tidak mengakui sebagian dari kebenaran karena alasan tertentu, juga pribadi yang lebih memilih diam saat dikecewakan.

Bisa jadi, kita adalah pribadi yang pemberontak dalam diam.
Kita adalah pribadi yang buruk.
Memarahi semua keadaan dan menilai semuanya adalah penyiksaan kehidupan.
Penyiksaan alam.
Penyiksaan Tuhan.
Setidaknya, bagiku seperti itu.

Kita semua menderita oleh teori teori kehidupan yang kita buat sendiri. Sebagian orang memakinya keras, sebagian lagi membuat luka lukanya jadi layak untuk dinikmati. Sebagian mungkin memaknainya dengan cara yang berbeda.

Kita semua memberi panggung untuk luka luka yang kita buat sendiri. Manusia memang luar biasa untuk ini.

Menjadikan luka sebagai candu yang layak dinikmati sampai mati.

H.
Forever Ago

Relation-Ship Probs~

How is it feels like to have a tempramental spouse?

Kebayang nggak sih--atau malah udah berpengalaman--punya pasangan yang nggak stabil secara emosional? Misalnya nih, kepercayaan dirinya rendah banget, mudah marah karena hal hal kecil, menuntut perhatian ekstra setiap saat, nggak percayaan sama pasangan, atau bahkan sampai melukai secara mental dan fisik? That is emotionally exhausting. We mean it ..

"Rasanya kayak berjalan diatas lapisan es tipis, atau tumpukan kulit telur. Err.. lrbih mirip ladang ranjau sih kayaknya. Kamu harus merencanakan langkahmu dengan sangat hati hati, karena kalo salah melangkah sedikit aja ledakannya bisa menghancurkan seisi rumah. Apalagi kondisi kami sudah menikah. Sudah punya bayi pula .. Banyak hati yang kudu dijaga. Banyak tenaga yang kudu disiapkan. So, for most of the time, it hurts .."
22 y.o. mom

"Kayak dipaksa naik roller coaster yang nggak bisa berhenti. Nggak peduli kamu pusing, mual, muntah, pingsan, hampir mati. Bisa sih sesekali bikin jeda. Tapi turun dari sana rasanya juga bukan pilihan yang menyenangkan. Bener atau salah, kita tetap salah. Terima atau enggak, minta maaf dan menerima kemarahan tanpa melawan itu sebuah keharusan. Bukan pilihan."
26 y.o. boyfriend

"Dengerin gravity-nya Sara Bareiles. Untuk sekarang, lagu itu sudah cukup menjelaskan perasaanku. Bedanya, I always fall another moment into your gravity, even if I don't like it. Bego, emang. Tapi nggak tau caranya jadi pinter sih, jadi gimana yaa .."
28 y.o girlfriend

"so, at first, rasanya seru liat drama televisi dengan karakter cewe ceroboh yang terikat hubungan romantis dengan cowo muka besi yang beda muka beda belakang. Jadi ngebayangin, gimana rasanya dicintai cowo kayak gitu, diperlakukan sebagai seorang princess-secretly- .. baper?

Ada yang pernah kesampean punya pasangan kayak gitu? Mau berbagi cerita? Okay, I'll tell you mine. I've been in a relationship with that kind of person. Extra (mentally) abusive yet estra (physically) romantic. Rasanya malah kayak pengen mati. Apa enaknya dibentak bentak, dimarahin, dicurigain 24/7, dikata katain ini itu, bahkan dipermalukan didepan umum tapiii begitu kita ngerasa sakit, muak, cukup, dianya datang minta maaf dengan cara yang bener bener romantis sampe kita gabisa nolak. Seketika, semua marah, gusar, jengkel, ngambek, emosi mencair kayak es kutub kena pemanasan global. Oh, ternyata aku dicintai segitunya. Kita akan tergoda untuk mencari alasan demi memaafkan dia. meyakinkan diri sendiri bahwa sejak saat ini untuk seterusnya sikapnya bakal semanis dan selembut ini. Bahwa sebenarnya kita beruntung dicintai sedalam dan sepanas ini. Dia adalah anugerah terindah yang Tuhan kasih buat kita .. tanpa dia, kita hampa.
Again, it never lasts ..

Circle tindakan irasional-abusivenya bakal berulang lagi dan lagi. Kayak naik roller coaster yang nggak berhenti itu .. diselingi "obat" helpless romanticnya yang seketika bikin kita lupa sama sama semua sakitnya. Rasanya? Kayak dicelup air panas dan air es gantian. Ajur!

Lah terus kudu gimana?
Selesaikan. Putus tindakan abusive-romanticnya dengan cara yang disepakati berdua. Omongin akar masalahnya. Buat kesepakatan. Evaluasi secara berkala. Si pelaku harus sadar bahwa tindakannya itu salah dan menyakiti pasangannya. Kita sendiri sebaliknya-juga harus tau cara menjaga emosi pasangan yang sudah jelas lagi nggak baik baik saja itu. sebuah escape plan bersama harus direncanakan. Yakinkan diri kalian bahwa semuanya pasti baik baik saja.

Nah kalo ga mempan juga?
Well .. all I can say is Love Yourself First.


Love You, Earthlings~
Alien. 

In a Relationship With Dementor

Dalam diri manusia, wajar kalo sesekali muncul perasaan sedih, marah, kecewa, dan segala jenis perasaan negatif lainnya. Itu manusiawi, wajar. Sama wajarnya dengan rasa bahagia, nyaman, relaks, senang. Nggak peduli tua muda, single berpasangan, rasa nyaman dan nggak nyaman bakal terus datang tanpa permisi. Banyak cara dilakukan demi menarik rasa positif dan menghalau rasa negatif. Mulai dari melakukan hobi, traveling, kerja cari duit yang banyak buat seneng seneng, atau yang paling umum (dan sering disarankan emak emak dan tante tante rempong) : cari pasangan (baca : pacar).

Lah, emang kalo punya pacar otomatis bahagia? Well, menurut kesaksian para pelakunya sih, banyak iya-nya (walopun ada aja enggak-nya). Bayangin, ada yang merhatiin tiap hari, ngechat 'met pagi siang malem, ngingetin makan dan tidur, nemenin jalan tiap malming, wah pokoknya seru deh~
... kalo pas dapet pasangan yang juga sayang sama kita kayak kita sayang sama dia. Nah kalo pas dapet pasangan model dementor, gimana?

Kalo di film Harry Potter, ada makhluk bernama dementor yang serupa gombal compang camping yang hobinya keloyongan nyemilin emosi negatif orang dalam rangka memperkuat diri. Kebayang kan kalo punya pacar kayak gitu. Sadar nggak sadar, setiap kali si dia merasa lemah, dia bakal memancing emosi negatif kita buat dicemilin sama dia. Emang sih, hubungan yang dijalani bisa aja nampak adem ayem luar dalam. Nggak ada berantem, nggak ada maki makian, nggak ada ribut buat masalah sepele yang nggak ada ujung pangkalnya .. Bisa aja si dementor ini memancing emosi negatif dengan cara terus terusan mengeluh soal apa aja, nyeritain pengalaman buruknya terus terusan (tapi nggak mau dikasi solusi), sampe nunjukin rasa sakitnya ke kita (tapi lagi lagi nggak mau ditolong). Sebagai pasangan, wajar donk kalo kita-dalam rangka menunjukkan cinta-ikutan merasa sedih, berusaha menghibur, sampe berusaha keras ngebuat pasangan kita bahagia dengan segala macam cara. Tapi namanya Dementor, ya dia nggak akan pernah bersyukur sedikit pun walopun punya pasangan yang supportif 101% kayak gitu. Malah rasanya, semakin si pasangan pontang panting menyeimbangkan kehidupan personal dan profesionalnya-si dementor kelihatan makin senang. Jahat kan .. Terus gimana donk?

Emang sih kedengerannya kejam, tapi satu satunya cara lepas dari lingkaran hubungan nggak sehat macam ini ya dengan bertindak tegas. Salah satunya adalah tegas pada diri sendiri dan si Dementor bahwa hubungan kayak gini nggak bagus buat semua. Kasih diri kalian pilihan: mau lanjut tapi kudu berubah, atau mau bubar tapi kudu tahan sakit. Sama sama nggak enak sih, tapi mau gimana lagi? Mending sakit sekarang kan daripada tersiksa terus sampe mati? Bayangin aja diri kita adalah pasien kanker, dimana si Dementor adalah sel kanker yang udah nyebar di badan kita. Pilihannya kan hanya dua: operasi, amputasi dan kemoterapi atau ikut mati pelan pelan sama sel kanker yang nggak berenti menggerogoti. Sakitnya nggak beda jauh kok, tapi efeknya beda banget. Kalo kita milih mengobati, walopun mungkin tipis sekali, akan ada kemungkinan kita tetap hidup dan bisa terus menginspirasi. Tapi kalo kita memilih untuk mencintai sampe mati, yaudah. Kita bakal berakhir jadi kenangan. Itupun kalo kita nggak kolokan ngeluh setiap saat sama semua orang setiap kali rasa sakit akibat kankernya datang melanda.

Hati manusia memang segitu nggak terkendalinya. Kadang, sama sesuatu yang udah jelas nggak ada bagus bagusnya juga dia masih bisa jatuh cinta. Bego? Enggak. Hati kita cukup pintar memilih. Tapi mungkin saat itu dia lagi mabok. Mabok endorphin .. kebanyakan terpapar hormon cinta. Salah? Enggak. Mungkin memang semesta sengaja bikin kita ambil jalan memutar dan nggak nyaman, supaya kita belajar sesuatu, atau bahkan bisa menginspirasi yang lain-yang juga sedang atau akan terjebak hubungan sama the charming dementor itu untuk bisa segera menghindarkan diri dari sana.

Sekian seri Relationship 101 bersama Jey si supermom wannabe. Sampai jumpa lagi di lain seri~

Minggu, 09 September 2018

Diskrimi .. nasi~

Ceritanya Jey lagi kurang kerjaan ..

Taman kota, walopun kelihatannya sederhana, sebenernya bisa jadi alternatif tempat yang menyenangkan buat nongkrong menghabiskan waktu. Emang sih, kalo weekend biasanya tempatnya bakal berasa kayak gelas cendol tukang es. Banyak orang menghabiskan waktu disana. ngajak anak anak jalan jalan, manula yang rajin olahraga, sampe remaja yang lagi dating murah meriah. Berhubung sekarang masih lumayan pagi dan tengah minggu lagi, kudunya taman kotanya lumayan sepi. Tempat sempurna buat duduk baca cerita sambil berderma sama puss puss liar disana.
Sayangnya, kenyataan kadang nggak seindah yang diharapkan.

Walopun nggak se-rame di akhir pekan, kondisi taman kota yang nggak begitu luas hari ini lumayan meriah karena kedatangan siswa siswa dari 2 sekolah berbasis agama yang hebohnya ngalahin pasar malem. Nggak papa sih, namanya juga anak anak. Di tempat terbuka juga kan .. Kasian loh anak anak jaman sekarang, kebanyakan dilarang .. Jadi sekalinya dikasi kebebasan dikit, bahagianya gak ketulungan. Yang bikin shock, di salah satu sudut taman ada guru guru dengan kostum burqa hitam  lagi bagi bagi masker ke siswa perempuan dengan satu pesan menakutkan: "dipake ya maskernya. Jangan dilepas loh, nanti dosa!" nah tuh ..

Jey yang kebetulan melintas pasang tampang sok cool, pura pura nggak tau apa apa. Beberapa siswa perempuan yang ngantri masker menatap penasaran. Jey jelas nggak merasa bersalah, karena menurutnya pakaiannya sopan dan sangat baik baik saja. Kaos dan celana panjang longgar dilapis jaket jeans, sepatu dan ransel segede bocah minggat dengan rambut keriting diiket diatas kepala. tiba tiba seorang bocah nyeletuk agak kenceng,
"Ustadzah, dia nanti masuk neraka ya karena nggak menutup aurat?"
Sumpah, Jey bisa ngerasain si bocah menudingkan jarinya ke punggung Jey yang sebenernya tergoda buat balik badan dan ikutan nguping penjelasan si guru yang ditanya.
"Iya. Sudah ya, sekarang sekarang maskernya dipake. Sudah ditunggu teman-teman tuh. Yuk."
Duarrrr .. Jey langsung kepingin murka.

Di tempat teduh, Jey duduk diatas batu, baca buku sambil ngeliatin anak anak sekolah bersenang senang. Sesekali, para guru yang suka curiga itu melirik dengan tatapan sadis, seolah olah Jey bagian dari sindikat penculikan anak or something, gitu .. Atau mungkin mereka nggak nyaman berada di sekitar orang yang beda golongan sama mereka? atau mereka cuma penasasaran? atau ada hal lain?

Sebenernya, sebagai seorang manusia jejadian, nggak sekali dua kali Jey mengalami tindakan diskriminatif dari lingkungan sekitarnya. Entah para misoginis kapiran, feminis salah jalan, manusia manusia lurus mulus halus kayak jalan tol baru diaspal, incels gagal orgasme, bahkan para makelar kapling surga yang merasa diri paling suci dunia akherat. Tapi baru kali ini loh Jey diliat kayak sirkus orang aneh sama anak anak TK yang (harusnya) lagi belajar berbudaya~

Katanya, agama datang membawa kedamaian. Kerukunan umat menciptakan keteraturan. Indonesia negara Bhinneka. Mayoritas melindungi minoritas. Kok Jey sama sekali nggak berasa ya? Minoritas harus tau diri, katanya. Hormati mereka yang ada dimana-mana. Hormat seperti apa seharusnya? Apa kurang Jey nggak jalan ke taman pake baju zumba? apa kurang Jey ikutan minggir kalo lagi papasan di jalan, biar nggak sampe sentuhan karena "najis bin haram"? Apa iya, kudu terima juga dilecehkan sama kaum pejantan mereka dengan alasan baju dan kegiatan, pergi tanpa pendampingan, atau sikap frontal yang kadang dianggap 'menggemaskan'?

Perlu banget ya ngajarin anak anak kecil membenci orang yang 'berbeda' dengan pilihan hidup mereka? Perlu banget menanamkan ketakutan 'masuk neraka, dosa, nggak berharga' hanya karena orang lain memilih jalan yang berbeda? Well, kudunya sih anak anak perlu tahu bahwa nggak semua orang mengambil jalan yang sama seperti yang dipilihkan orang dewasanya untuk mereka. Anak anak perlu tahu bahwa perbedaan itu wajar dan tidak berbahaya. Anak anak perlu tahu bahwa bumi ini milik semua ciptaan, bukan hanya milik satu golongan.

Hari makin siang, cuaca panas juga makin garang. Jey sudah selesai dengan buku dongengnya. Masih dengan diiringi tatapan penasaran yang nggak terdefinisikan dari para bocah dan kucing liar yang masih pengen minta makan, Jey ngungsi ke warung terdekat demi segelas es teh jumbo dan sepiring mie instan.

Patah Hati yang Sederhana

Nyatanya, patah hati itu sederhana.

Pagi cerah ceria, seperti cengiran Jey yang melebar sampe telinga. Pokoknya hari ini, kudu tetep hapi walopun sudah menghitung hari. Sambil cuap cuap sendiri, Jey nyetir santai sepanjang jalan ke tempat kerja. Lagi asik nyetir, eh tiba tiba muncullah pemandangan memilukan di tepi jalan. Bukaaaan, bukan mantan yang lagi sayang sayangan sama pacar barunya. Ini bahkan lebih sedih lagi .. Seekor kucing ganteng berbulu kuning belang dengan perut kempes lagi nongkrong persis didepan pintu pet-shop, menatap penuh harap sambil menghirup aroma makanan kucing yang lumayan menyengat dari dalam sana.

Jey nggak tau gimana reaksi pegawai atau owner pet-shop, yang jelas hatinya Jey rasanya kayak pindah ke perut pas akhirnya Jey melipir ke jalur kiri, terus parkir di tepi jalan dan nyamperin si kucing buat beliin makan. Si puss sama sekali nggak beranjak pas Jey nyamperin pintu pet shop. Malah kayaknya suara perut si puss kedengeran dari tempat Jey berdiri, saking lapernya.

"Bentar ya puss, tak beliin makan dulu .." Jey masuk kedalem toko. "Tunggu disitu aja, agak minggir .."
"Miyauuuuw~"
Puss pun minggir setelah di pukpuk ringan.

Abis beli, ternyata si puss masih setia menunggu disana. Ya di tempat semula, didepan pintu pet shop sambil mendongak ngeliatin orang lalu lalang.
"Sini puss makan .."
"Miyaaaaa .. wwwrrrr .." Si Puss makan dengan penuh sukacita.

Dengan hati yang udah dikasi selotip, Jey balik badan sambil berdoa supaya besok besok si puss masih terus bisa makan, lewat tangan orang orang baik yang semoga belum punah diluar sana.

Sejenak

Untuk sesaat saja dalam waktumu yang terburu
Berhentilah, bersyukur sebanyak yang kau mampu
untuk matahari yang terlalu terik,
jalanan yang macet dan bising,
Pasangan menyebalkan yang sebenarnya kamu pilih sendiri,
Atau putra putri yang rewel dan seringnya melelahkan.

Untuk sekali saja didalam dunia
Bicaralah pada jiwamu
Berterima kasihlah karena sudah bertahan sejauh ini
Untuk tetap bernafas dan bangun lagi setiap pagi
Untuk terus memilih bangkit ketika jiwa berharap mati.

Untuk sejenak dari waktu yang banyak
berhentilah menuntut
Belajarlah memberi
Tawa,
cinta,
hati.

Karena hidup manusia serupa bunga perdu
Indah hari ini, esok tercampak dalam debu.
Cantik, tapi rapuh.

Untuk semua yang sudah berlalu, juga yang tekemudian
Rasakan,
Kebaikan datang bersama seribu kawan.

Tentang Tuhan

Andai manusia tidak terlalu congkak memandang dunia,
mereka akan tahu .. alam menyapa lewat matahari yang terbit setiap pagi.
Semesta menggoda lewat angin yang menghembus keringatmu pergi.
Bumi memelihara lewat hujan yang turun tanpa dipaksa.

Andai manusia menekan sedikit saja ego dalam hati,
mereka akan tahu .. Tuha bicara lewat kopi pahit tanpa gula
Tuhan menyapa lewat nasi dingin dan sepotong lauk diatas meja
Tuhan menyeru lewat gaji bulanan yang terlambat datang
.. juga lewat pengeluaran ekstra yang muncul tiba tiba.

Andai manusia punya sedikit saja rasa cinta ..
Tidak ada satupun yang tertinggal sendirian.
Tidak ada yang mati kelaparan,
sakit berkepanjangan,
atau duduk tunduk tersisihkan.

Andai manusia punya sejumput kepekaan hati
Kita akan tahu .. Tuhan ada dimana mana.
Bukan hanya di tempat suci-atau hanya berdiam didalam Surga.