Untuk sesaat saja dalam waktumu yang terburu
Berhentilah, bersyukur sebanyak yang kau mampu
untuk matahari yang terlalu terik,
jalanan yang macet dan bising,
Pasangan menyebalkan yang sebenarnya kamu pilih sendiri,
Atau putra putri yang rewel dan seringnya melelahkan.
Untuk sekali saja didalam dunia
Bicaralah pada jiwamu
Berterima kasihlah karena sudah bertahan sejauh ini
Untuk tetap bernafas dan bangun lagi setiap pagi
Untuk terus memilih bangkit ketika jiwa berharap mati.
Untuk sejenak dari waktu yang banyak
berhentilah menuntut
Belajarlah memberi
Tawa,
cinta,
hati.
Karena hidup manusia serupa bunga perdu
Indah hari ini, esok tercampak dalam debu.
Cantik, tapi rapuh.
Untuk semua yang sudah berlalu, juga yang tekemudian
Rasakan,
Kebaikan datang bersama seribu kawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar