Selasa, 11 September 2018

Buatmu, yang pergi terlalu terburu

Jika esok atau nanti aku pergi,
Berjanjilah
Jangan menangis lagi
Aku ingin melihatmu bahagia dari sini.

Jangan menyalahkan diri
Karena kurang peka atau tidak peduli
Itu aku, yang berhenti bicara dan tidak lagi terisak
Aku terbiasa dengan rasa sakitnya
Lagipula, itu salahku
Aku sanggup menanggungnya sendiri.

Jangan membenci
Kamu tau kan aku mencintaimu sekuat itu
Aku akan tetap mencintaimu dari tempatku yang baru

Jangan pergi
Tetaplah disitu, berdiri di sisi bayanganku yang pudar di ujung hari
Ketahuilah, aku juga berdiri disitu
Menggenggam tanganmu

Jika esok atau nanti aku pergi,
Jangan katakan pada dunia kalau aku menyerah
Bilang saja aku kalah dan lelah
Ini yang terbaik untuk semua
Katakan, kamu bangga padaku
Atau tetaplah diam

Maafkan aku
Maafkan semuanya
Maafkan waktu yang hilang dan tidak kembali
Maafkan air mata yang jatuh karena ulahku
Aku egois, maafkan aku
Aku sungguh sungguh mencintaimu, kamu tau kan?

Jangan mencari
Kau tahu kan, aku tidak akan ada dimana pun lagi untuk kautemui
Ikhlaskan aku, hatimu lebih penting saat ini.

Jika esok atau nanti aku pergi,
Jangan bunuh diri.
Dunia ini masih butuh pahlawan sejati
Bukan pengecut berjubah malaikat
Yang tidak tahu diri
Sepertiku
Yang memutuskan untuk mati.

Dan jika ..
Sampai saat ini aku belum juga beranjak pergi
Ketahuilah
Aku mencintaimu lebih kuat
Dari semua rasa sakit yang kutanggung ini.

Jadi,
Jika suatu hari
kamu sudah cukup kuat untuk berdiri sendiri
Tanpaku
Dengan, atau tanpa anak anak kita
Beritahu aku segera
Supaya aku bisa pergi
Tanpa rasa bersalah yang terlalu membebani.

Kamar pertama di lantai 2
3.6.18
11.08

Tidak ada komentar:

Posting Komentar