Rabu, 02 Mei 2018

untitled-1

Hello, stranger~
Sorry for being inactive for a while. Lagi sibuk bersenang senang sih [I can hear you ciyeee~ r.n., I swear] hahaha ..

Jadi, sekarang ini aku nggak tahu mau nulis soal apa, lagi stuck banget sampe rasanya pengen tantrum [bayangin aja empath tantrum gimana jadinya], dan yea, bosan sekali. aku yakin, siapapun pasti pernah merasakan kebosanan yang sama. Kayak .. melayang di ruangan hampa udara, dimana semua yang kamu lakukan tertelan kehampaan dan semua yang kamu lemparkan nggak kembali padamu--termasuk boomerang. Nyebelin, yes?

So, what are you up to? Aku lagi belajar sesuatu yang baru recently, and Das Ist Deutsch. Yep, aku belajar Bahasa Jerman. Jaga jaga kalo Indonesia 2019 terpecah kayak Kediri dan Majapahit, bisa ngungsi ke Jerman cari suaka. Asal jangan suaka margasatwa aja~

Sebenernya sudah lama aku pengen belajar bahasa asing selain bahasa Inggris. Kan orang bilang kalo pengen mempelajari budayanya, pelajari dulu bahasanya. Yep, itu yang kulakukan. Kenapa kok nggak mempelajari bahasa negeri sendiri? Toh kekayaan budaya di Indonesia nggak kurang kurang, kok maruk banget mo belajar bahasa asing? itu pertanyaan pertama yang muncul dari para komenter tentang keputusanku belajar bahasa. Hoo tenang saja, satu bahasa asing, satu bahasa daerah. Belajar bahasa Inggris, belajar bahasa Jawa. Belajar bahasa Jeman, belajar bahasa Sanskrit. So, apakah para komenter sudah mempelajari bahasa lain hari ini? Uhuyy ..

Selain dinyinyirin dibilang sok internasional (padahal bahasa Jerman bukan bahasa Internasional loh..), para komenter juga nyinyirin umur (teteuuup~), kalo umur segini udah ketuaan buat belajar sesuatu yang baru lah, gak akan maksimal pengetahuannya nanti lah, nggak guna juga bisa bahasa macem macem lah .. yhaa, kurang apdet dia. Kalopun sekarang bahasa yang ku kuasai kelihatannya nggak bikin aku jadi tajir melintir kintir banjir kiwir kiwir, setidaknya itu investasi bagus donk buat membesarkan anak anakku nanti, apalagi sebagai (calon) mommay yang keren dan bertanggung jawab, aku pengen bisa punya waktu cukup buat ngasi anakku pendidikan dirumah a.k.a home schooling. Gapapa terlambat di mommaynya, bakal jadi sangat cepat juga nanti di anaknya. pendidikan terbaik yang bisa didapat anak adala teladan dari rumah, kan?

Yes, begono lah. jadi mari kita akhiri saja curhatan panjang lebar tanpa ujung pangkal kita ini. untuk membuatnya lebih berfaedah, setidaknya buat mereka yang menyempatkan baca, mari kita ciptakan satu atau dua pesan moral. Pertama, nggak ada yang namanya terlambat untuk mempelajari sesuatu yang baru. Kedua, usia tidak membatasimu untuk jadi se keren yang selalu kamu inginkan sejak dulu.

Ketiga, I am expecting the babieeees. Yeayyy~

Okay then, terimakasih sudah menyempatkan diri membaca postingan kejar setoran Jey kali ini. Sampai jumpa di postingan berikutnya, semoga semua kebuntuan ini sudah menemui akhirnya. Namaste~


Jey,
3-5-18
Rumah Bahasa bagian Perpustakaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar