Jumat, 02 Maret 2018

Hujan

Seringnya, kita menyandingkan hujan dengan segala macam kegalauan hati.
Pada sakitnya kehilangan, pedihnya perpisahan, pahitnya luka dan pilunya kecewa.
Cuaca yang basah, dingin dan kelabu agaknya tidak pernah gagal menyulap kesedihan jadi cerita yang layak dirayakan.
Menjadikannya candu yang layak digumuli sampai mati.
Mati pelan-pelan.

Mungkin tidak banyak yang tahu .. atau mungkin tidak mau tahu .. 
Bahwa dibalik jajaran kalimat sendu dan foto foto kelabu, hujan selalu turun membawa sukacita dan pengharapan akan sebuah awal yang baru.

Ada syukur tanpa suara dari hamparan sawah yang tergenang basah.
Dari hutan yang puas mereguk hujan.
Dari sungai yang sekarat kekeringan.
Dari bumi yang menyambut setiap tetesnya sebagai bagian dari siklus kehidupan yang tidak terputus.

Perlu bertahun buatku untuk menerima setiap peristiwa semata sebagai jajaran kisah yang mendewasakan.
Tanpa embel embel senang, sedih, cinta, luka, ...

Perlu waktu lama buatku untuk tahu ..
.. makna itu sumbernya dari dalam hati.

Surabaya coret, 23 Feb
Sehabis hujan sepanjang jalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar