Jumat, 09 November 2018

13.10.18

Rahvana-ku menjelma Rama.
Sinta berubah jadi Durga.
Mungkin Srikandi.
Mungkin hantu Banaspati.
Mungkin juga moksa, hilang wujudnya.

Topengmu jatuh.
Aku menangis sekaligus tertawa,
tanpa tahu topengku sudah jatuh lebih dulu.
Kamu menangis tergugu karena wajah burukku.

Aku setan.
Aku hantu.
Aku melukaimu.

Bukan berarti kamu tidak melakukan hal yang sama.

Air mataku cucuran darah.
Ceruk matamu keruh amarah.
Kita saling menoreh luka.
Terus saja saling menyiksa.
Siapa yang paling salah?

Sempatkah kita menimbang dosa satu sama?

Aku harap kepalaku pecah.
Darahku tumpah sampai kuras.
Kesadaranku hilang melayang.
Aku ingin melihatmu tumbuh.
Buatku bangga, walau tak punya panggung untuk membusung.

Aku ingin mati.
Hanya suaraku yang pergi.
Mulutku kehabisan kata.
Hati menguncinya rapat rapat.
Otak menekannya sampai bumpat.
Jemariku nyeri saat aku menekannya terlalu kuat.
Kertas bekas berlubang, ujung pensilku patah.

Kamu membumbung tinggi, jeritmu nyeri.
Kamu tenggelam, ratapku dalam kelam.

Mungkin memang selamanya Sinta hanya rampasan,
Bukan manusia yang punya rasa.

13.10.18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar