Apa cita cita masa kecilmu?
Dokter, pilot, astronot, polisi, presiden?
Apa cita citamu akan berubah setiap saat, bergantung suasana hati dan si penanya, atau kamu juga pernah menyimpan cita cita yang bahkan masih kau cita citakan sampai dewasa? Seperti aku ..
Aku lupa, apa cita cita pertamaku waktu TK dulu. Yang aku ingat, aku punya 2 cita cita yang bahkan masih kuinginkan sampai sekarang. Jadi animal keeper dan penulis cerita. Entah apa yang kubayangkan dulu, tapi nyatanya cita cita itu bertahan sampai dewasa. Dan walaupun lambat, aku masih bermimpi suatu saat aku pasti bisa menjangkaunya.
Aku ingat, sejak kecil rasanya aku lebih akrab hidup dengan binatang daripada dengan manusia. Punya orang tua yang hanya mengasuh anak kembar dan tinggal di rumah dengan halaman luas membuat orang tuaku dengan enteng menuruti keinginan kami punya binatang peliharaan. Mulai dari kucing, kelinci, unggas, kura kura, monyet, ayam, anjing .. yang belom kesampean, aku pengen piara laba laba, kodok sama ular. Alesannya, papa geli.
Menjadi kembar yang lebih aneh membuatku tidak terlalu mudah mendapatkan teman dulu. Dan rasanya aku baik baik saja tidak punya teman, selama aku bersama para binatang yang mau bicara denganku. Nah, jangan tanya bagaimana awalnya aku bicara dengan para binatang. Kami mungkin tidak benar benar bicara, hanya saling memahami. Dan itu terjadi begitu saja.
Oke lanjut.
Demi melengkapi keanehanku yang 'bicara' dengan binatang, aku juga memiliki daya imajinasi setara 'judgmental cat' yang biasa dijadiin meme di 9gag, yang duduk diem 5 menit aja cukup buat ngarang skenario bunuh orang. Hahaha ..
Jadi, karena jarang punya temen ngobrol dan nggak terlalu suka aktifitas fisik di tempat yang rame banyak orang, aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis. Banyak hal yang kutulis, mulai dari cerita yang sekilas melintas, beberapa baris kalimat motivasi, luapan emosi sesaat, cerita bahagia, macem macem. Ya yang paling sering sih tentang kesedihan atau rasa sakit yang segera ingin dilepas hilang. Masokis banget, ya. Hahaha ..
Dan yea, walaupun lambat, aku memutuskan untuk terus menulis. Apalagi sekarang ada temennya. Ada smart-phone. Ada online notes. Ada blog ..
Dan .. andaikan pun menyaksikan karyaku tercetak dan dipajang di rak 'new release' di toko buku seluruh nusantara itu hanya sebuah fatamorgana, aku masih akan terus menulis. Untuk mengabadikan ide, untuk mengungkapkan perasaan, untuk menyampaikan pesan ..
Karena aku ingin dikenang lewat karyaku, bukan kepada pusara tempat jasadku kelak dikebumikan.
Jumat pertama
Siang
Di pusara Papa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar