Minggu, 17 Juni 2018

Sajak Rahvana

10.1.18
Sepuluh kepalaku
Mengarah padamu
Sekarang, tinggal tunggu waktu
Kau yang iba padaku,
Atau musnah sudah kewarasanku.

5.2.18
Sinta,
Tubuh kita satu
Jiwa kita satu
Walau masing jauh,
Apa yang tertusuk padamu
Berdarah padaku.
Hiduplah, Sinta.
Karena hidupku itu
Kamu.

23.2.18
Kau tahu, Sinta?
Akankah kau tahu?
Ajalku bukan pada panah Sang Rama
Aku sudah mati
Saat ku tahu
Kau punya rasa yang sama
Tapi enggan kau ucap kata cinta

25.2.18
Aku bukan Rama
Yang mengemis pada semesta
Supaya Sinta urung terculik di hutan Dandaka

Aku Rahwana
Tugasku merebut kembali
Apa yang sudah menjadi hak ku
Termasuk,
Dan terutama,
Senyum Sinta.

25.2.18
Denganmu,
Sendirian itu menyebalkan
Seperti langit yang mendung seharian
Tanpa setetes pun air hujan
Seperti tangan yang kesepian
Tanpa jemarimu untuk digenggam
Tolong,
Temani
Selamanya.

3.5.18
Ah, peduli apa
Dia hanya mampu menyentuhmu dalam angan
Tidak seperti kita
Saling genggam hati
Saling setubuhi jiwa
Tak peduli berapapun monyet dikirim oleh Rama
Jika kau-nya bersedia,
Sinta milik Rahwana selamanya

J.H-2
20.16PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar